Sejarah Yayasan

by

Yayasan Rahmatan Lil-Alamin berdiri sebagai wujud kepedulian terhadap kondisi di sekeliling  yang memerlukan penanganan khusus seperti permasalahan anak-anak yati, fakir miskin, kaum dhuafa’, dan permasalahan social lainnya. Dengan spirit UUD 1945 pasal 34 mengenai penangangan fakir miskin dan anak-anak terlantar maka dipandang perlu untuk mewujudkan sebuah Lembaga social yang menangani permasalahan tersebut.

Maka pada tanggal 8 April 2005 dengan prakarsa Bapak Erin Hendrian didirikanlah Yayasan Rahmatan Lil-Alamin Jakarta Timur. Rahmatan Lil-Alamin mengandung sebuah makna yang sangat mulia diantaranya berbicara tentang konsep kedamaian dan kesejahteraan, hidup damai dan sejahtera seluruh isi alam menjadi dambaan seluruh umat manusia.

Yayasan Rahmatan Lil-Alamin Jakarta Timur mempunyai program jangka panjang yaitu “Membangun 1000 Kampung Harapan” yaitu bentuk riil pembangunan desa yang diwujudkan sebagai program pendampingan, kerjasama antara yayasan dengan instansi/masyarakat setempat dengan mengadakan dan melengkapi infrastruktur pendidikan, ekonomi, sosial, budaya, kemanusiaan dan keagamaan.

Untuk meningkatkan kinerja dan kepercayaan public dalam penanganan organisasi social, maka pada tanggal 26 April 2011, yayasan telah memperoleh sertifikat ISO 9001:2008 dari IAPMO R&T USA dengan ruang lingkup : Layanan Kegiatan Sosial,  Pelatihan dan Donasi. (Saat ini telah upgrading SMM ISO 9001.2015 dari Evodia Global Sertfikasi)

Selanjutnya perkembangan yayasan sampai saat ini tetap eksis dan focus pada kegiatan yayasan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kegiatan yayasan yang sudah dan sedang dilakukan saat ini adalah pemberdayaan dan Pendidikan untuk anak yatim dan atau piatu, dhuafa, di secretariat pusat, cabang Bekasi, cabang Bogor, dan cabang Karawang.

Saat ini Yayasan Rahmatan Lil-Alamin tengah mewujudkan program besarnya berupa pembebasan lahan dan bangunan di Jl. Pinawetengan – Pondok Bambu (Jakarta Timur) seluas 7000 m2 untuk pusat pemberdayaan dan Pendidikan terpadu anak yatim dhuafa’.