Rutin Olahraga, Namun Tetap Gendut? Ini Penyebabnya

Karibkerabat.com – Salah satu manfaat olahraga yaitu menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan tubuh.

Namun, olahraga secara berlebihan dan tidak istirahat yang cukup malah akan mempersulit penurunan berat badan.

Kenaikan berat badan dipengaruhi beberapa aspek, begitupun dengan penurunan berat badan.

Beberapa aspek yang mempengaruhi penurunan berat badan seperti pemilihan makanan, tingkat aktifitas fisik, genetik dan usia.

Stress juga akan mempengaruhi penurunan berat badan dan olahraga berlebihan akan meningkatkan hormon yang berkaitan dengan stress. Hal itu membuat penurunan berat badan lebih sulit.

  • Stress VS Berat Badan
  • Aktifitas fisik/olahraga berlebihan dapat meningkatkan kadar hormon kortisol (hormone yang terbentuk jika mengalami stress).
  • Peningkatan hormone kortisol dapat menyebabkan beberapa hal seperti: Bertambahnya berat badan, Gangguan sulit tidur, Peningkatan peradangan, Kelebihan lemak perut (termasuk pada orang kurus)

Kadar hormone kortisol yang meningkat mendorong timbulnya rasa lapar atau mengidam, sehingga peningkatan hormon kortisol secara kronis menyebabkan penambahan berat badan atau memperlambat penurunan berat badan.

Aspek yang mempengaruhi penurunan berat badan antara lain makanan, tingkat aktifitas fisik, genetik dan usia

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah stress yang berkaitan kenaikan berat badan:

  • Mengatur jadwal olahraga yang dilakukan
  • Memberikan waktu tubuh beristirahat diantara jadwal berolahraga
  • Menambahkan waktu yoga atau meditasi
  • Pemilihan makanan yang sehat

Pola makan merupakan salah satu faktor penting menjaga atau menurunkan berat badan.

Melakukan penyesuaian pola makan juga bermanfaat meningkatkan kesehatan dan mendorong penurunan berat badan.

Pilihlah makanan yang kaya protein, sayuran atau yang berserat tinggi, dan lemak sehat.

Peningkatan Massa Otot
Hasil olahraga yang rutin adalah pembentukan massa otot. Hal ini menyebabkan peningkatan berat badan. Namun, ketika sudah memasuki bulan ketiga berolahraga secara rutin biasanya berat badan akan menurun atau stabil.

Perimenopause
Masa transisi sebelum menopause umumnya terjadi pada usia sekitar pertengahan 40 tahun atau lebih awal. Penelitian menyebutkan, selama masa transisi tersebut dapat meningkatkan hormone yang menyebabkan peningkatan berat badan, terutama pada area perut.

Tips Menyamil
Jika mengidam makanan atau memiliki keinginan nyamil yang tinggi dapat meningkatkan berat badan.

Berikut beberapa metode sederhana dan efektif agar berat badan tetap terjaga:

  • Memastikan makanan yang cukup dengan asupan kalori. Kekurangan kalori makan dapat menimbulkan ingin menyamil di malam hari.
  • Menjaga asupan cairan. Konsumsi air sepanjang hari dapat membantu mengurangi keinginan menyamil.
  • Meningkatkan asupan protein. Tambahkan asupan protein berkualitas tinggi, seperti telur, kacang, ayam atau tahu ke dalam pola makan dan camilan sehari-hari.
  • Memiliki tidur yang cukup. Kurang tidur dapat meningkatkan kadar kortisol yang meningkatkan timbulnya rasa lapar.                                   

Olahraga sangat penting bagi kesehatan, namun seseorang dengan kondisi medis tertentu perlu berkonsultasi dengan dokter. Hal ini bertujuan supaya porsi dan jenis olahraga sesuai dengan kebutuhan tubuh.