by

Ternyata, Tokoh Dunia Berpengaruh Ini Adalah Anak Yatim

KaribKerabat.com – Muharram adalah salah satu bulan dalam tahun Islam yang dimuliakan dan lumbung meraih pahala.

Selain sebagai tahun pertama Hijriyah yang ditetapkan Umar bin Al-Khattab untuk menandai peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah, Muharram merupakan  salah satu moment memuliakan anak yatim yang di Indonesia popular dengan Lebaran Yatim.

Perintah memuliakan yatim diiriwayatkan oleh Sahl bin Sa’ad radhiallahu ‘anhu, Rasululllah Muhammad SAW bersabda,

« أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِى الْجَنَّةِ هكَذَا »  وأشار بالسبابة والوسطى وفرج بينهما شيئاً

“Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya.

Hadits ini menunjukkan besarnya keutamaan dan pahala bagi yang menyantuni anak yatim.

Nelson Rolihlahla Mandela, seorang revolusioner antiapartheid dan politisi Afrika Selatan yang yatim sejak kecil dan Presiden Afrika Selatan sejak 1994 -1999

Kajian kepustakaan ilmiah psikolog Dean Simonton, menuliskan mengapa banyak anak berbakat dan lengkap keluarga yang gagal melanjutkan prestasi awalnya yang terlihat menjanjikan.

Salah satu alasannya menurut Dean Simonton lagi adalah mereka telah “mewarisi banyak sekali kesehatan psikologis” yang menjadikan mereka terlalu konvensional, terlalu patuh, miskin khayalan dan sedikit usaha.

“Anak-anak yang berbakat tampaknya paling sering muncul dalam kondisi keluarga yang sangat mendukung, yang membuat mereka seakan terkunci di zona nyamannya. Sebaliknya, mereka yang jenius kebanyakan tumbuh dalam kondisi yang lebih merugikan” ujar Dean Simonton.

Menjadi yatim bukanlah akhir dari kehidupan dan bukan kutukan, bukan pula hukuman. Bisa jadi  ini adalah cara dari Tuhan mendidik hamba-Nya, untuk dipersiapkan menjadi insan sejati dan pemimpin serta tokoh dunia.

Tahukah Anda, banyak tokoh dunia yang terlahir sebagai yatim? KaribKerabat .com telah merangkumnya dari berbagai sumber.

Para tokoh dunia yang amat berpengaruh pada zamannya adalah para yatim. Mereka antara lain Imam Bukhari, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal yang dikenal sebagai tokoh besar Islam.

Lalu, tokoh pejuang Palestina Hamas, Syeikh Ahmad Ismail Yasin juga ditinggal mati ayah sejak usia lima tahun.

Tokoh dunia lain adalah filsuf KongHuchu yang menjadi yatim sejak usia tiga tahun, kemudian Gerhard Schroder mantan Konselir Jerman dalam usia tiga hari.

Selanjutnya ada Frederick W Smith bos FedEx dalam usia empat tahun, dan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela juga dalam usia balita.

Bahkan mantan Presidan Amerika Serikat Bill Clinton, tidak pernah melihat wajah sang ayah hidup-hidup karena wafat tiga bulan sebelum Bill terlahir ke dunia.

Disusul Barack Hussein Obama, presiden eksentris setengah negro yang mengubah sejarah perpolitikan Amerika dengan tampil sebagai orang nomor wahid di negeri Paman Sam. Obama ditinggal sang ayah dalam usia begitu belia.

Selain itu, musuh bebuyutan Amerika Serikat, pemimpin fenomenal Irak yang juga telah menjadi yatim pada usia sembilan tahun, Saddam Hussein.

Dan secara humanis, Nabi Isa AS adalah salah satu Rasul Allah yang sama sekali tidak memiliki ayah serta Nabi Miuhammad SAW yang menjadi yatim dan piatu sejak kecil.

Bersyukurlah anak yatim yang dapat membesarkan hatinya, sehingga tidak tenggelam dalam ratap tangis yang berlarut tanpa perhatian orang lain.

Begitu besar kasih sayang Allah kepada anak-anak yatim, sehingga Dia mengkatagorikan kepada siapa saja yang menghardik anak yatim sebagai pendusta agama.

Di balik takdir dan tragedi pasti tersimpan hikmah yang besar. Bacalah riwayat hidup Baginda Rasulullah SAW, akan ditemukan jawaban bagaimana Allah mendidik nabi dengan cara membuatnya  yatim sejak balita.

Mau menjadi bagian dari orang-orang yang peduli dan mengasihi anak yatim? Yuk salurkan donasi terbaik di acara santunan 1000 yatim live zoom di semua wilayah binaan Yayasan Rahmatan Lil Alamin Jakarta Timur, 6 September 2020 mendatang.

Comment

Leave a Reply

News Feed