by

Selain Obesitas, Faktor Ini Picu Serangan Jantung Saat Olahraga

KaribKerabat.com – Banyak kasus serangan jantung dialami oleh mereka yang sedang berolahraga.

Sebelumnya, beberapa artis dan pesohor juga mengalami serangan jantung saat berolahraga dan beraktifitas diantaranya Cecep Reza, Komedian Jojon, Roby Sugara, Ashraf Siclair, Ade Namnung, Mike Mohede, Irena Justine, Adjie Massaid dan kabar teranyar dari pesebakbola Ricky Yacobi.

Prof Dr. dr. Yoga Yuniadi Harkit, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di RS Pusat Jantung Harapan Kita, mengatakan salah satu yang bisa saja menjadi penyebab mengapa seorang yang rajin berolahraga mengalami serangan jantung fatal karena kelalaian mereka melakukan pre-participation screening.

Almarhum Ricky Yakoby (kiri) sebelum terkena serangan jantung.

Pre-participation screening atau skrining kesehatan, sebelum melakukan aktivitas fisik mutlak dilakukan bertujuan untuk memeriksa kondisi kesehatan secara menyeluruh, termasuk mengecek kesehatan jantung melalui elektrokardiogram (EKG).

Apabila kondisi seseorang itu tidak sehat, namun dipaksakan tetap melakukan aktivitas olahraga, maka hal itu justru bisa memicu akibat yang fatal, salah satunya serangan jantung.

Seringkali penyakit jantung dimiliki seseorang tanpa terdeteksi sejak awal.

Yuda menjelaskan, salah satu faktor risiko terkena penyakit jantung adalah adanya riwayat keluarga yang menderita sakit serupa.

Namun, itu bukan satu-satunya indicator selain kolesterol, hipertensi, diabetes, merokok juga terlau sering mengonsumsi fast food.

Memompa jantung & memberikan nafas buatan merupakan peertolongan pertama bagi penderita serangan jantung

Teknologi juga membuat orang malas untuk beraktifitas sehingga jarang bergerak/beraktifitas fisik dan lebih suka berada di dalam ruangan.

Obesitas atau kelebihan berat badan juga menjadi salah satu  yang memicu risiko penyakit jantung.

Bukan berarti seseorang dengan badan kurus tidak punya risiko terkena serangan jantung, bisa jadi badan kurus tapi kolestrolnya tinggi, hipertensi dan kurus dengan diabetes juga bisa memicu serangan jantung.

30-50 persen kematian yang diakibatkan oleh serangan jantung terjadi secara mendadak pada orang yang gemar berolahraga dan banyak terjadi pada pesepeda selain lari, tenis dan olahraga lainnya.

Sebab itu penting setiap orang untuk melakukan pre-participation screening sebelum berolahraga untuk mengetahui kondisi badan secara menyeluruh agar terhindar dari ancaman keselamatan, karena porsi bebannya tidak sesuai dengan kemampuan tubuh.

Berikut tanda-tanda sebelum serangan jantung saat berolahraga :

1. Jantung berdebar-debar

Dr. Jack Pradono Handojo MHA dari FKUI menjelaskan jantung berdebar-debar hebat dengan frekuensi denyut nadi diatas 160 bpm (beat per minute).

Yang terjadi, denyut nadinya naik sampai 180-190 itu sebenarnya sudah tanda-tanda bahwa seorang sudah tidak sanggup lagi.

Selain jantung berdebar, tubuh terasa panas juga  tidak selalu menjadi tanda serangan jantung saat olahraga. Segera berhenti dan beristirahat.

2. Sulit atur napas

Saat mulai merasa sesak atau napas sudah terengah-engah dan sulit untuk lari sambil bicara, itu tandanya harus mengurangi power.

Biasanya orang pakai monitor kalau sudah di 180 bpm. Kemudian turunkan temponya, turunkan intensitasnya, turunkan speednya, sampai turun lagi ke 150. Baru safe lagi untuk running.

3. Mual dan mata berkunang-kunang

Jika sudah mengalami mual dan pusing, maka sudah harus berhenti. Memaksakan diri saat berolahraga pada tahap ini bisa berakibat fatal.

Saat kepala terasa pusing dan pandangan berkunang-kunang, seorang pelari mesti berhenti sejenak karena dikhawatirkan akan pingsan.

Kunang-kunang, tandanya mau jatuh pingsan.

4. Pingsan atau blackout

Saat oksigen di otak sudah mulai menipis, orang akan pingsan. Meski demikian, di titik itu belum meninggal dunia.

Penanganan ketika pingsan yang paling penting. Ketika seseorang tidak bernapas, segera berikan oksigen atau pernapasan buatan.

5. Jantung berhenti

Biasakan mengecek kesehatan sebelum berolahraga, kondisi awal terlihat sehat. Lalu kok bisa terjadi meninggal mendadak?

Kalau ada gangguan jantung, kemudian melakukan exercise akhirnya memaksa jantung bekerja keras, dalam waktu singkat terjadi henti jantung.

Selama menunggu layanan medis datang, lakukan pertolongan pertama dengan memompa jantung dan memberi napas buatan.

Comment

Leave a Reply

News Feed